Sumenep OkaraNews.id – Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin menegaskan komitmennya dalam membangun karakter santri pada puncak Opening Ceremony, pengukuhan kelulusan siswa kelas BII, VI, IX, dan XII, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 serta tasyakuran pondok pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep itu dihadiri para masyayikh, jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah seluruh jenjang pendidikan, dewan guru, wali santri, alumni, serta ratusan masyarakat.
Momentum Harlah ke-57 menjadi refleksi perjalanan panjang Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin dalam mengabdi di bidang pendidikan Islam. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif, pesantren menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas akhlak para lulusannya.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin, K.H. Naufal Abdul Mannan,menegaskan bahwa orientasi utama pesantren bukan sekadar melahirkan santri yang cerdas secara intelektual, melainkan pribadi yang memiliki akhlak mulia dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya tidak berharap santri menjadi orang yang sekadar pintar, tetapi menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pintar bisa disalahgunakan, tetapi orang yang baik pasti akan menggunakan ilmunya di jalan yang benar,” tegasnya.
Menurutnya, kecerdasan tanpa diiringi moral dan integritas berpotensi membawa dampak negatif. Sebaliknya, pribadi yang baik akan menjadikan ilmu sebagai sarana untuk menghadirkan kemaslahatan.
Kiai Naufal menambahkan, prinsip tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW, Khairunnas anfa’uhum linnas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Pesan itu, lanjutnya, menjadi ruh pendidikan yang terus dijaga Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin selama 57 tahun berdiri. Pesantren berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, kepedulian sosial, serta kesiapan mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
Peringatan Harlah ke-57 sekaligus menjadi momentum memperkuat tekad seluruh civitas pesantren untuk terus melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi kepesantrenan yang telah menjadi fondasi utama pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin.
