JAKARTA, OkaraNews – Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang berlangsung di Anyer, Banten, pada 10–12 Juli 2026 resmi menetapkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031. Terpilihnya anggota DPR RI tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN) untuk lima tahun ke depan.
Dalam pidato usai penetapan, Slamet Ariyadi menegaskan bahwa hasil Kongres VII merupakan keputusan terbaik yang harus diterima sebagai kemenangan bersama seluruh kader BM PAN.
“Kongres VII BM PAN telah menghasilkan keputusan yang kami yakini akan menghadirkan rasa kemenangan bagi semua, kemenangan bagi seluruh kader BM PAN,” ujar Slamet.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader BM PAN di Indonesia, Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), panitia pemilihan, serta para kandidat ketua umum yang telah mengawal jalannya kongres hingga tuntas. Menurutnya, seluruh dinamika yang terjadi selama proses kongres harus menjadi bagian dari pendewasaan organisasi dan memperkuat soliditas kader.
Pasca-kongres, Slamet menegaskan fokus kepemimpinannya adalah mempercepat konsolidasi organisasi dan memastikan seluruh struktur BM PAN bergerak seirama dengan arah kebijakan partai.
“BM PAN akan terus tegak lurus bersama PAN dan Ketua Umum Zulkifli Hasan. Mempertegas kerja-kerja nyata dan selalu berusaha menjadi solusi bagi berbagai permasalahan rakyat di daerah masing-masing,” tegasnya.
Kepemimpinan Slamet diharapkan mampu memperkuat peran BM PAN sebagai wadah kaderisasi politik generasi muda, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya gagasan-gagasan progresif dalam menyongsong agenda politik nasional, termasuk menghadapi Pemilu 2029. DPP PAN juga menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat menjaga semangat persatuan serta memperkuat kontribusi organisasi bagi masyarakat.





