Sumenep Okaranews.id Kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Daily Cafe berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, namun tetap sarat dengan nuansa kritis dan reflektif. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Hidayaturrahman, yang juga dikenal sebagai tokoh asli Kepulauan Sapeken sekaligus Dosen FISIP Universitas Wiraraja Sumenep,sehingga mampu mengarahkan jalannya diskusi secara dinamis dan terarah.
Mengusung tema “Ke Mana Arah Kebijakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo”, forum ini menjadi ruang strategis bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, sekaligus evaluasi terhadap kebijakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo.
Halal Bihalal ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dari wilayah kepulauan, seperti Kangayan, Sapudi, Ra’as, Masalembu, hingga Sapeken. Kehadiran mereka membawa beragam perspektif yang memperkaya diskusi, khususnya terkait kondisi riil yang dihadapi masyarakat di daerah kepulauan yang selama ini kerap dianggap masih tertinggal dibanding wilayah daratan.
Dalam forum tersebut, berbagai persoalan krusial mencuat ke permukaan. Infrastruktur jalan menjadi salah satu isu utama yang paling banyak dikeluhkan. Para peserta menilai bahwa kondisi jalan di sejumlah wilayah, khususnya di kepulauan, masih jauh dari kata layak. Akses transportasi yang terbatas dinilai tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, distribusi barang, hingga akses pendidikan.
Selain itu, sektor pelayanan kesehatan turut menjadi sorotan tajam. Beberapa tokoh mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan masih minim, baik dari segi sarana prasarana maupun tenaga medis. Kondisi ini membuat masyarakat harus menempuh perjalanan jauh bahkan ke daratan utama hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Hal ini tentu menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan solusi konkret dari pemerintah daerah.
Persoalan kelistrikan juga tak luput dari pembahasan. Sejumlah peserta mengeluhkan bahwa masih ada wilayah yang belum menikmati layanan listrik secara maksimal, baik dari segi durasi maupun kestabilan pasokan. Keterbatasan listrik ini dinilai menjadi penghambat utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah kepulauan.
Diskusi yang berlangsung terbuka ini tidak hanya berisi kritik, tetapi juga diwarnai dengan berbagai usulan konstruktif. Para peserta berharap agar Pemerintah Kabupaten Sumenep mampu merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kepulauan, dengan pendekatan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Moderator, Dr. Hidayaturrahman, dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya forum seperti ini sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Ia menilai bahwa kritik dan masukan yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.
“Halal Bihalal ini bukan hanya sekadar tradisi silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk melihat sejauh mana kebijakan pemerintah telah menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Mantan Kontributor Metro TV Sumenep
Acara kemudian ditutup dengan harapan besar agar seluruh aspirasi yang mengemuka dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Para tokoh yang hadir berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo, demi terwujudnya pembangunan Sumenep yang lebih maju, inklusif, dan merata antara wilayah daratan dan kepulauan.
Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan yang terbangun dalam suasana Halal Bihalal diharapkan mampu menjadi energi positif dalam mendorong perubahan, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah demi masa depan Sumenep yang lebih baik.
*****
