Sumenep Okaranews.id Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Sumenep menggelar Pelantikan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) pada Ahad, 12 April 2026, bertempat di Aula SDT2Q Insan Permata Mulia, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi Menuju Pendidikan Bermutu.”
Pelantikan dan Mukerda tersebut menjadi forum strategis organisasi dalam rangka mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2030, sekaligus merumuskan program-program kerja yang akan dijalankan selama satu periode ke depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas JSIT Indonesia Daerah Sumenep, unsur Badan Pengurus Harian (BPH), para ketua bidang, pengurus, serta perwakilan sekolah anggota JSIT di Kabupaten Sumenep.
Dalam sambutan dan arahannya, Ketua JSIT Indonesia Daerah Sumenep, Amirullah, M.Th.I, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan pimpinan sekolah Islam Terpadu yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa Mukerda merupakan momentum penting dalam menentukan arah kebijakan serta merumuskan program strategis organisasi.
Menurutnya, komitmen untuk terus berkolaborasi dan berinovasi harus menjadi landasan utama dalam membangun kualitas pendidikan, khususnya melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi guru.
“Pengurus harus meluruskan niat, memperkuat spiritualitas, serta memiliki kesungguhan dan pengorbanan dalam menjalankan amanah. Profesionalisme dan proporsionalitas menjadi kunci dalam menggerakkan organisasi,” tegasnya.
Selain itu, Amirullah juga memaparkan profil kepengurusan JSIT Indonesia Daerah Sumenep sebagai dasar penguatan peran organisasi dalam mendukung kemajuan sekolah-sekolah anggota.
Sementara itu, Ketua Pengawas JSIT Indonesia Daerah Sumenep, Ustadz Joko Nugroho, S.Pd.I, dalam arahannya menekankan pentingnya menjalankan roda organisasi secara sungguh-sungguh dan profesional. Ia mengingatkan bahwa JSIT memiliki kerangka kerja (framework) organisasi yang mencakup arah kebijakan, strategi utama, serta program prioritas yang harus dijadikan pedoman dalam pengembangan sekolah.
“Pengurus harus memahami dan mengimplementasikan framework organisasi agar program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan berdampak nyata,” ujarnya.
Dalam rangkaian Mukerda tersebut, juga dilaksanakan pelantikan pengurus JSIT Indonesia Daerah Sumenep periode 2026–2030. Selain itu, forum Mukerda diisi dengan pemaparan program kerja dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga masing-masing ketua bidang.
Setiap bidang menyampaikan rencana strategis yang mencakup penguatan mutu pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum, serta penguatan karakter peserta didik berbasis nilai-nilai Islam terpadu.
Mukerda ditutup dengan harapan besar agar kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah secara maksimal, memperkuat kolaborasi antar lembaga, serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan organisasi dan sekolah-sekolah anggota JSIT di Kabupaten Sumenep.
*****










