Sumenep Okaranews.id – Aktivitas Tambang pasir ilegal yang terjadi selama berbulan-bulan di Dusun Batu-Batu, Desa Pabian, Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Jawa Timur,kian meresahkan Warga Sekitar. Kerusakan pesisir pantai tidak hanya merusak ekosistem, namun juga mengancam kelestarian lingkungan dan keindahan alam yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat luas.
Warga sekitar mulai angkat suara. Mereka menyesalkan sikap diam para pemangku kebijakan, terutama Camat Arjasa, yang dinilai tidak menunjukkan respons tegas atas aktivitas yang merusak tersebut.
“Kalau tidak ada restu dari pihak tertentu, mana mungkin pelaku berani melakukan pengambilan pasir dalam skala besar dan dalam waktu yang lama,” ucap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, tindakan ini bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. Pantai yang menjadi bagian dari kekayaan alam publik kini tercabik oleh keserakahan oknum yang tak bertanggung jawab.
Masyarakat mendesak agar dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kabupaten Sumenep, segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku tambang ilegal. Mereka juga menyoroti peran Camat Arjasa yang dianggap terlalu pasif dan membiarkan pelanggaran ini terus terjadi.
“Kami hanya ingin pantai kami tetap indah dan aman. Bukan dijadikan ladang kepentingan oleh pihak-pihak tertentu,” ujar seorang tokoh masyarakat Pabian.
Jika tidak ada tindakan tegas, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan menimbulkan bencana ekologis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir.
Sudah saatnya suara masyarakat didengar. Alam butuh dilindungi, bukan dikuras habis demi kepentingan sesaat.
hingga berita ini di publish Tim redaksi Okaranews.id berupaya konfirmasi ke pihak terkait namun tidak ada tanggapan resmi.
*****










