Berita  

Pencatutan Nama Pejabat Kejari Sumenep? Pendamping PKH Diteror Lewat Pesan Misterius

SUMENEP, OkaraNews.id – Pagi belum sepenuhnya terang di Pulau Saebus, namun seorang pendamping PKH bernama Atro Hidayat sudah dibuat terkejut. Bukan karena gelombang laut atau harga beras, melainkan karena sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai Kasi Pidsus Kejari Sumenep.

“Namanya lengkap, jabatannya resmi. Tapi gaya bicaranya… seperti debt collector,” ujar Atro, mencoba menyusun nalar yang sempat bergoyang.

Pesan itu tidak hanya basa-basi. Ia ditanya soal pemberitaan miring di media lokal tentang dugaan penyimpangan dana PKH di wilayahnya. Pertanyaan disusul tekanan, lalu ancaman pemanggilan.

“Kalau begitu saya akan keluarkan surat pemanggilan,” kata suara dari seberang telepon, lalu klik sambungan diputus.

Tak ingin diseret dalam pusaran tak jelas, Atro buru-buru mengonfirmasi ke Kejaksaan Negeri Sumenep baik via keluarga maupun langsung ke kantor. Hasilnya? Nihil. Tidak ada surat, tidak ada telepon resmi. Apalagi ancaman.

“Saya pastikan tidak ada komunikasi resmi dari Kejari ke saya,” tegas Atro.

Apakah ini prank? Atau pesan dari dunia lain?
Tidak juga. Atro menduga ini ada kaitannya dengan pemberitaan sebelumnya. Tapi ia enggan menebak-nebak terlalu jauh.

“Saya hanya berharap aparat bergerak. Jangan sampai kami yang bekerja di lapangan diteror oleh pihak-pihak yang bermain di air keruh.”

Sampai berita ini naik ke publik, Kejari Sumenep masih diam seribu bahasa. Redaksi sudah mencoba menghubungi, tapi jawaban belum juga diterima. Mungkin sinyal sedang buruk, atau mungkin… sedang menyusun klarifikasi dengan hati-hati.

Tinggalkan Balasan