Berita  

Musim Tembakau Tiba, GP Ansor Lenteng Desak Pemerintah dan Pabrikan Jaga Stabilitas Harga

SUMENEP, OkaraNews.id – Musim panen tembakau telah tiba di sejumlah kecamatan penghasil utama di Kabupaten Sumenep. Petani tembakau, yang selama berbulan-bulan merawat tanaman ini di bawah terik matahari, kini menggantungkan harapan besar pada harga jual yang layak.

Tembakau bukan sekadar tanaman musiman. Bagi sebagian besar petani, tembakau adalah satu-satunya sumber penghasilan utama untuk mencukupi kebutuhan hidup hingga musim tanam berikutnya. Namun, kekhawatiran akan fluktuasi harga yang tak menentu terus menghantui.

Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfiqurrohman, menyoroti pentingnya intervensi dan keberpihakan nyata terhadap petani, terutama saat harga pasar cenderung dimainkan oleh tengkulak dan pabrikan besar.

“Tembakau merupakan salah satu komoditi yang sangat menjanjikan untuk petani. Kita mendorong agar harganya tetap stabil dan berpihak pada kesejahteraan petani, bukan hanya menguntungkan pihak industri,” ujar Musyfiqurrohman kepada OkaraNews.id, Selasa (16/7).

Menurutnya, stabilitas harga bukan hanya urusan pasar bebas, tapi juga menyangkut peran negara dalam melindungi petani lokal dari praktik monopoli dan permainan harga.

 “Petani kita banyak bertaruh harap pada daun emas ini. Sekarang musimnya telah tiba, maka sudah seharusnya kita semua—termasuk pemerintah daerah dan pihak pabrikan—ikut mendorong agar harga jual tembakau sesuai dengan biaya produksi dan kerja keras petani,” tegasnya.

Harga Belum Pasti, Petani Masih Cemas

Sementara itu, sejumlah petani tembakau di wilayah Lenteng mengaku masih resah karena hingga kini belum ada kejelasan harga beli dari pabrik maupun pengepul. Salah satunya adalah Pak Hasyim, petani tembakau asal Desa Lenteng Timur, yang mulai panen sejak pekan lalu.

“Kami tidak tahu nanti berapa harganya. Tahun lalu sempat Rp 42 ribu per kilogram, tapi habis itu anjlok jadi Rp 28 ribu. Padahal biaya pupuk dan tenaga panen naik terus,” keluhnya.

Ia berharap GP Ansor dan organisasi masyarakat lainnya bisa menjadi jembatan suara petani, sekaligus pengawas pasar yang selama ini kurang berpihak.

Perlu Sistem Perlindungan dan Regulasi Harga

GP Ansor Lenteng mendorong adanya regulasi harga dasar tembakau oleh pemerintah daerah, dengan skema subsidi pupuk serta sistem pembelian langsung dari koperasi tani yang transparan. Tanpa kebijakan intervensi yang konkret, petani akan terus menjadi pihak yang dikorbankan.

“Jangan sampai tembakau hanya jadi ladang emas bagi para tengkulak dan pabrikan, sementara petani tetap hidup dalam jerat kemiskinan musiman. Negara harus hadir dan Ansor akan terus bersuara,” pungkas Musyfiqurrohman.

Tinggalkan Balasan