Berita  

Menjaga Api Perubahan di RSUDMA: Apresiasi dan Seruan Publik untuk Ibu Erliyati

SUMENEP, OkaraNews.id,- masyarakat Sumenep, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja luar biasa Ibu Erliyati selaku Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA). Di bawah tangan dingin dan kepemimpinan penuh totalitas beliau, RSUDMA mengalami transformasi besar yang sangat terasa  baik dalam hal manajemen, pelayanan, peningkatan infrastruktur, hingga kualitas SDM internal.

Sosok Ibu Erliyati bukan hanya menjadi figur birokrat, tapi pemimpin perubahan yang mampu menampung berbagai masukan dari masyarakat umum dan mewujudkannya dalam bentuk layanan yang semakin maksimal. Kami yang berkali-kali menjadi penunggu pasien di RSUDMA merasakan langsung bagaimana rumah sakit ini kini jauh lebih manusiawi, responsif, dan profesional.

Namun di balik pencapaian ini, belakangan mencuat dinamika yang memunculkan kekhawatiran publik. Isu pengunduran diri Ibu Direktur telah menyentuh ranah yang lebih luas, bahkan sampai pada titik spekulasi publik yang menyesakkan. Terlepas dari perbedaan pendapat like atau dislike kami yakin bahwa framing media terhadap beliau hanyalah bentuk klasik dari segelintir oknum yang ingin menggeser arah perjuangan demi kepentingan tertentu. Mereka tampil bak “pahlawan kesiangan”, namun sejatinya tidak membawa solusi apa pun bagi kemaslahatan masyarakat.

Lebih dari itu, desas-desus makin menyeruak. Di tengah obrolan warung kopi, muncul analisa liar yang mengaitkan dinamika ini dengan kehadiran rumah sakit swasta, RS Baghraf Health Centre (RS BHC). Muncul dugaan bahwa langkah-langkah tertentu sengaja dirancang untuk mempersempit perkembangan RSUDMA demi membuka jalan dominasi rumah sakit milik korporasi. Jika benar demikian, kami hanya bisa bertanya:

apakah sedemikian gentingnya kekuasaan tunggal dan absolut hingga harus mengorbankan lembaga publik demi keuntungan segelintir pihak?

Salah satu warga Sumenep bahkan menyampaikan bahwa keputusan pengunduran diri Ibu Erliyati menyisakan banyak tanda tanya besar.

“Jangan-jangan, ini bukan semata keputusan pribadi, melainkan ada intervensi kekuasaan dan kepentingan kelompok yang tengah berusaha menunggangi situasi” Ucapnya

Kami tidak akan diam. RSUDMA adalah milik rakyat. Perubahan yang terjadi selama ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seorang pemimpin yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi membaktikan dirinya sepenuhnya untuk pelayanan publik. Oleh karena itu, kami menaruh harapan besar agar Ibu Erliyati tetap melanjutkan perjuangannya. Jangan biarkan suara-suara destruktif merusak pondasi yang sudah kokoh dibangun.

Suara kami sederhana: jangan padamkan api perubahan yang sudah menyala.
***

Tinggalkan Balasan