Wujud Nyata Toleransi di SMK Muhammadiyah Bobotsari: Siswa Non-Muslim Diberi Kesempatan Sambutan dalam Wisuda Purna Siswa

Sharon Aprilina Korang saat menyampaikan sambutan di hadapan wisudawan, guru, dan tamu undangan.

Purbalingga, OkaraNews.id,-  SMK Muhammadiyah Bobotsari kembali menunjukkan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. Dalam acara Wisuda Purna Siswa Angkatan ke-XXIX yang digelar dengan khidmat pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Hotel Braling Purbalingga, pihak sekolah memberikan kesempatan istimewa kepada salah satu siswanya yang beragama non-Muslim atas nama Sharon Aprilina Korang (siswi Kelas XII Akutansi) asal Nusa Tenggara Timur untuk menyampaikan sambutan perpisahan di hadapan para wisudawan, guru, dan tamu undangan.

Kesempatan ini bukan hanya menjadi momen emosional dan membanggakan bagi siswa tersebut, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa SMK Muhammadiyah Bobotsari menghargai setiap perbedaan dan menjunjung tinggi prinsip inklusivitas dalam dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, siswa tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan teman-teman atas pengalaman belajar yang berkesan, serta menyampaikan harapan agar semangat toleransi dan kebersamaan terus dijaga oleh seluruh warga sekolah. Suasana haru dan hangat terasa menyelimuti ruangan ketika siswa tersebut menutup sambutannya dengan ucapan penuh persahabatan.

Kepala SMK Muhammadiyah Bobotsari, Bapak Toto Widiarto, S.Pd, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa sekolah ini terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar, tanpa memandang latar belakang agama.

“Kami mendidik siswa untuk saling menghargai, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan hidup dalam harmoni. Inilah bagian dari dakwah bil hal yang kami lakukan,” ujarnya.

Acara wisuda tersebut diisi penampilan paduan suara, penampilan kreatifitas siswa dan pemberian penghargaan, serta doa bersama, menandai akhir perjalanan belajar para siswa kelas XII dengan penuh makna. Sikap terbuka dan toleran yang ditunjukkan oleh SMK Muhammadiyah Bobotsari diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain dalam merajut kerukunan dalam keberagaman.

***

Penulis: KangObet MudabanggaNewsEditor: Tim editor

Tinggalkan Balasan