Tetesan Air Lahirkan Semangat Baru ; 1.250 Mahasiswa UNIBA Madura Resmi Jadi Bahaudin Muda 2025

Foto Saat Camaba Di Siram Air Oleh Tim Damkar Kabupaten Sumenep(Doc Istimewa Okaranews.id)

Sumenep Okaranews.id  Senyum bahagia bercampur haru menyelimuti wajah 1.250 mahasiswa baru Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura).Mereka resmi dikukuhkan sebagai Bahaudin Muda 2025—gelar kebanggaan yang menandai awal perjalanan panjang mereka menimba ilmu di kampus kebanggaan masyarakat Madura.

Momen paling ditunggu datang saat prosesi penyiraman ikonik. Satu per satu mahasiswa menundukkan kepala, menerima tetesan air simbolis yang membasahi wajah, pundak, dan hati mereka. Di balik kesederhanaannya, ritual itu menyimpan makna mendalam: penyucian diri, lahirnya semangat baru, sekaligus tekad bulat untuk menapaki jalan ilmu.

“Penyiraman ini adalah tradisi ikonik UNIBA Madura yang dikhususkan bagi Bahaudin Muda setiap tahunnya. Melalui prosesi ini, kita ingin menanamkan semangat kebersamaan, keberanian, dan kesungguhan bagi seluruh mahasiswa baru,” ujar Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad, disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Tak sedikit mahasiswa yang mengaku terharu. “Rasanya seperti mendapat restu dari orang tua kedua. Air itu menyejukkan, tapi juga mengingatkan bahwa perjuangan kuliah pasti penuh tantangan,” ungkap Faozi, salah seorang mahasiswa baru.

Suasana penuh kebersamaan terasa kuat. Para pimpinan universitas, dosen, panitia, hingga mahasiswa senior hadir menyaksikan dengan bangga. Sejak hari pertama, Bahaudin Muda 2025 diyakinkan tidak berjalan sendiri, melainkan dalam lingkar persaudaraan yang erat.

Rangkaian SOeCI Bahaudin Muda tidak berhenti di sini. Malam harinya, para mahasiswa baru akan mengekspresikan semangat persatuan lewat Kirab Kebudayaan, menampilkan keragaman budaya Nusantara. Besok, perjalanan pengenalan kampus itu akan ditutup dengan Malam Inagurasi—sebuah perayaan penuh suka cita, simbol awal langkah baru menuju masa depan.

Tradisi penyiraman yang digelar setiap tahun di UNIBA Madura bukan sekadar seremoni. Ia adalah pengikat, pengingat, sekaligus pengobar api semangat. Meski mahasiswa datang dari latar belakang berbeda, mereka kini satu keluarga besar: Universitas Bahaudin Mudhary Madura.

Dari tetesan air sederhana itu, lahir harapan besar. Bahwa Bahaudin Muda 2025 akan tumbuh menjadi generasi intelektual, spiritual, dan sosial yang kelak mampu menjawab tantangan zaman dengan karya dan prestasi.

*****

Tinggalkan Balasan