Opini  

SUMENEP DARURAT KERUSAKAN LINGKUNGAN

Foto Sukroniyah ( Foto Istimewa Okaranews.id )

Perlu Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Himbauan !!

Kerusakan lingkungan sudah menjadi krisis yang tak terbantahkan.Kita semua menyaksikan bagaimana perubahan iklim, pencemaran,dan perusakan habitat berdampak pada kehidupan kita, mulai dari bencana alam yang semakin ekstrem hingga hilangnya keanekaragaman hayati.

Darurat lingkungan ini bukan hanya masalah di masa depan, melainkan kenyataan yang sedang kita hadapi sekarang.

Penyebab kerusakan lingkungan diantaranya adalah akibat tambang galian C ilegal yang masih marak beroperasi di Kabupaten Sumenep tanpa adanya pengawasan dan tindakan yang tegas dari aparat penegak hukum(APH),
pembuangan sampah sembarangan dan
Penebangan liar, penggunaan pestisida berlebihan,
tambak-tambak udang ilegal tanpa izin menyebabkan pembuangan limbah sembarangan, dan
penggunaan energi fosil yang berlebihan merupakan contoh-contoh aktivitas yang merusak lingkungan sehingga beberapa bulan lalu kabupaten sumenep di kepung banjir besar di berbagai titik sungguh ironis bukan? itulah akibat kerusakan lingkungan .

Kerusakan lingkungan ini merupakan fenomena dan problematika serius yang mengundang keprihatinan. Kritikan dari berbagai pihak menghiasi ruang-ruang public media social (Medsos) baik media cetak dan online, kritikan terhadap pemerintah daerah yang dianggap kurang begitu perduli terhadap masa depan lingkungan hidup.

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, kesadaran akan pentingnya menjaga bumi kita semakin mendesak. Dari perubahan iklim yang ekstrem hingga penurunan keanekaragaman hayati, isu-isu ini tidak hanya mempengaruhi ekosiste. Upaya pencegahan (preventif) maupun penindakan (represif) yang dilakukan oleh pemerintah belum menunjukkan keberhasilan yang maksimal.

Salah satu contoh fakta maraknya aktivitas tambak udang illegal yang tidak mengantongi izin, tambang galian C ilegal yang masih marak beroperasi. kebijakan pemerintah tersebut tidak menjadi ‘shock therapy’ dan terkesan gagal.

Kita sebagai masyarakat tidak boleh hanya berpangku tangan menyaksikan kerusakan lingkungan ini. Perlu tindakan nyata dari berbagai pihak.Pemerintah Membuat kebijakan yang tegas dan konsisten terkait perlindungan lingkungan.

Melakukan penegakan hukum yang ketat terhadap pelanggaran lingkungan serta menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah yang baik.

Meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Kita sebagai warga masyarakat bersama-sama bergandengan melakukan reboisasi (Penghijauan) Terutama bagi dari Krisis Air bersih akibat penebangan pohon secara ilegal tanpa pengawasan dari berbagai pihak. Mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya.

Darurat kerusakan lingkungan adalah masalah serius yang membutuhkan tindakan nyata dari semua pihak. Himbauan saja tidak cukup, diperlukan komitmen dan tindakan yang konkret untuk melindungi lingkungan dan memastikan kelangsungan hidup kita di masa depan.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi ini agar tetap sehat dan lestari bagi generasi mendatang.

*****

Respon (12)

  1. Kerusakan lingkungan di Sumenep sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Penebangan hutan liar, pencemaran laut akibat limbah, serta eksploitasi sumber daya alam tanpa kontrol menjadi ancaman serius bagi kelestarian ekosistem lokal. Pemerintah daerah dan masyarakat harus segera bersinergi dalam upaya rehabilitasi lingkungan, penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar krisis ini tidak semakin memburuk. Sumenep membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana

Tinggalkan Balasan