Presma UNIJA Respons Operasi Polda Jawa Timur, Singgung Ketakutan Polres Sumenep Menindak Galian C Ilegal

Avatar of Okaranews.id
Foto Ibnu Al - Jazary Presiden Mahasiswa UNIJA (Doc.Okaranews.id)

Sumenep Okaranews.id – Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA), Moh. Ibnu Al-Jazary, yang akrab disapa Mas Ajes, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Polres Sumenep menyusul operasi tegas yang dilakukan Polda Jawa Timur dalam menindak tambang galian C ilegal di wilayah Sumenep Jawa Timur.

Menurut Moh. Ibnu Al-Jazary, langkah Polda Jatim yang turun langsung menyita ekskavator dan mengamankan terduga pelaku menjadi tamparan keras bagi aparat di tingkat kabupaten. Ia menilai, seharusnya penindakan bisa dilakukan sejak awal tanpa harus menunggu intervensi dari tingkat kepolisian Daerah Jawa Timur.

“Ini bukan sekadar soal koordinasi. Ini soal nyali. Kalau Polda bisa bertindak tegas, lalu kenapa Polres Sumenep seolah diam? Takut pada siapa? Atau ada apa di balik pembiaran ini?” tegas Ajes.

Mahasiswa asal Bluto itu menilai aktivitas galian C ilegal sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka. Truk pengangkut material lalu-lalang setiap hari, alat berat beroperasi tanpa rasa khawatir, dan masyarakat sekitar pun mengetahui aktivitas tersebut.

“Kalau masyarakat saja tahu, masa aparat tidak tahu? Jangan sampai publik menilai ada pembiaran yang disengaja,” ujarnya.

Mas Ajes menegaskan, pembiaran terhadap praktik ilegal sama berbahayanya dengan pelanggaran itu sendiri. Jika aparat di daerah tidak berani menindak, maka publik berhak mencurigai adanya relasi kuasa atau kepentingan tertentu yang membuat hukum menjadi tumpul.

“Jangan biarkan hukum di Sumenep hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau ada tekanan atau intervensi, buka ke publik. Transparansi itu penting agar kepercayaan masyarakat tidak runtuh,” katanya.

Ia juga mendesak agar Polres Sumenep tidak hanya menjadi penonton ketika institusi di atasnya mengambil alih penindakan. Menurutnya, marwah institusi kepolisian di daerah sedang dipertaruhkan.

Sebagai Presiden Mahasiswa UNIJA, Ibnu Al – Jazary menyatakan pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia memastikan gerakan mahasiswa tidak akan berhenti pada pernyataan sikap semata.

Jika proses ini kembali mandek atau hanya menyasar pelaku lapangan tanpa menyentuh aktor utama di belakangnya, kami siap turun ke jalan. Penegakan hukum tidak boleh setengah hati. Jangan takut bertindak. Hukum bukan untuk dinegosiasikan,” pungkas Ajes.

*****

Tinggalkan Balasan