Opini  

Perjuangan dan Pahlawan: Menjemput Makna di Zaman Kita

Ketika kita bicara tentang perjuangan, pikiran kita kerap melayang pada kisah para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi mengusir penjajah. Mereka berperang dengan senjata dan darah, di medan yang jelas siapa kawan dan siapa lawan. Namun, zaman telah berganti. Hari ini, kita hidup di negara merdeka, tetapi itu bukan berarti perjuangan telah usai. Justru, tantangan yang kita hadapi kini bisa jauh lebih berat  karena lawan kita seringkali adalah bangsa sendiri, bahkan diri sendiri.

Perjuangan di masa kini jarang berbentuk kontak senjata. Ia hadir dalam bentuk menjaga integritas di tengah korupsi yang merajalela, mempertahankan idealisme di tengah pragmatisme politik, dan melawan egoisme di tengah arus kepentingan kelompok. Musuh hari ini tak selalu datang dengan seragam tentara dan senapan, melainkan dengan jas rapi, kata-kata manis, dan kepentingan yang disamarkan sebagai kebaikan.

Semangat berproses pada posisinya masing-masing adalah kunci. Tidak semua orang harus berada di garis depan politik atau mengangkat senjata. Ada yang berjuang lewat pendidikan, menanamkan nilai pada generasi muda. Ada yang berjuang lewat karya, memajukan ekonomi, atau sekadar menjaga integritas di lingkungan kerja. Semua itu adalah bagian dari mozaik besar perjuangan bangsa.

Kita perlu memahami bahwa pahlawan bukan hanya mereka yang ada di buku sejarah. Pahlawan hari ini adalah mereka yang terus melawan arus destruktif di sekitar, menjaga kompas moral tetap tegak, dan tidak menyerah pada kenyataan yang bobrok. Seperti dulu, perjuangan hari ini tetap membutuhkan keberanian — tetapi bentuknya adalah keberanian untuk berkata “tidak” pada kebusukan, meski harus berhadapan dengan saudara sebangsa sendiri.

Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan adalah amanah. Dan amanah itu hanya bisa dijaga bila kita siap berproses, berjuang, dan bertahan walau medan perang telah berubah, dan lawan tak lagi terlihat jelas. Karena sejatinya, perjuangan akan selalu ada, hanya wujudnya yang berganti. (***)

Tinggalkan Balasan