Sumenep Okaranews.id Dugaan pencemaran minyak kembali mencoreng perairan Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Tumpahan minyak yang terlihat mengkuning di permukaan laut itu memicu kekhawatiran masyarakat pesisir, terutama perempuan pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut.
Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Sumenep Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera mengambil langkah konkret. KPPI menilai pencemaran ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi ancaman serius terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga pesisir.
Yusnaniyah M.Pd. Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa perempuan pesisir adalah kelompok yang paling terdampak ketika laut tercemar. Aktivitas melaut terganggu, hasil tangkapan menurun, hingga pendapatan rumah tangga ikut tertekan. Bahkan, dalam jangka panjang, pencemaran minyak berpotensi merusak ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan utama warga Gili Iyang.
“Laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi ruang hidup. Ketika tercemar minyak, yang pertama kali merasakan dampaknya adalah perempuan pesisir. Mereka kehilangan penghasilan, kehilangan bahan pangan, dan menghadapi risiko kesehatan,” tegasnya.
KPPI Sumenep mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparat penegak hukum, serta instansi maritim untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan sumber tumpahan minyak. KPPI juga meminta agar pelaku pencemaran, jika terbukti, diberi sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain penegakan hukum, KPPI menilai perlu adanya langkah pemulihan lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal, khususnya perempuan pesisir. Pemulihan ekosistem laut dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar penanganan darurat.
“Jangan sampai kasus pencemaran seperti ini terus berulang tanpa kejelasan. Negara harus hadir melindungi laut dan warga pesisirnya,” tambah Ketua DPD KPPI Sumenep.
Sebagai pulau yang dikenal memiliki kadar oksigen tinggi dan menjadi destinasi wisata kesehatan, Gili Iyang dinilai memiliki nilai ekologis dan strategis yang tinggi. KPPI Sumenep mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pencemaran minyak tidak hanya merugikan nelayan, tetapi juga mencoreng citra lingkungan dan pariwisata daerah.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat pesisir Gili Iyang masih berharap adanya respons cepat dan transparan dari pemerintah daerah serta pihak terkait untuk memastikan laut mereka kembali bersih dan aman.
*****


