Pemkab Sumenep Targetkan Bantuan 1.500 Guru Ngaji pada 2026

Avatar of Ludi anto
Foto Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep(Doc.Okaranews.id)

Sumenep Okaranews.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Sumenep menargetkan bantuan bagi 1.500 guru ngaji yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, baik di daratan maupun kepulauan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiluddin, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan tersebut telah tercatat dalam database resmi guru ngaji Kabupaten Sumenep. Data tersebut dihimpun secara bertahap melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, serta lembaga pendidikan keagamaan nonformal.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat bantuan belum bisa diberikan kepada seluruh guru ngaji secara bersamaan. Oleh karena itu, Pemkab Sumenep menerapkan mekanisme penyaluran secara bergiliran, sehingga setiap guru ngaji yang memenuhi kriteria tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan.

“Kami tidak ingin bantuan ini hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Semua guru ngaji yang sudah masuk database akan dibantu secara bertahap dan bergiliran, sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujar Kamiluddin.

Ia menegaskan, program bantuan guru ngaji ini bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan bentuk penghargaan dan pengakuan pemerintah daerah atas peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan masyarakat sejak usia dini.

Di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman, keberadaan guru ngaji dinilai masih menjadi benteng utama pembinaan akhlak di tengah masyarakat. Mereka berperan mendidik generasi muda di mushala, langgar, hingga rumah-rumah warga, sering kali dengan sarana terbatas dan tanpa imbalan yang memadai.

Kamiluddin berharap, bantuan yang diberikan Pemkab Sumenep ini dapat menjadi penyemangat bagi para guru ngaji untuk terus mengabdi dan menjaga tradisi pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan religius.

“Ke depan, kami akan terus melakukan pembaruan data dan evaluasi program, agar bantuan guru ngaji ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

*****

Tinggalkan Balasan