OSIM MTs-MA An Nawari Gelar Maulid Nabi: Ajang Spiritualitas dan Kebersamaan

Foto Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Di Halaman MA An Nawari (Doc.Edo Media Kabhar Langghar/Okaranews.id)

Sumenep Okaranews.id Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs dan MA An Nawari menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di Aula Madrasah Aliyah, Ratusan siswa, guru, dan staf madrasah hadir dalam acara tersebut, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Acara diawali dengan pembacaan Basmalah dan Tawassul yang dipimpin oleh pengasuh Yayasan An Nawari, K. Khabir Syam. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi, melainkan momentum berharga untuk memperbaiki diri dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Melalui peringatan Maulid ini, kita kembali diingatkan untuk menata hati, memperbaiki perilaku, dan menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan utama dalam kehidupan sehari-hari,” pesan K. Khabir dengan penuh harap.

Suasana semakin syahdu ketika Najmul Illah, siswa yang dikenal memiliki suara merdu, membacakan ayat-ayat suci Al-Quran. Lantunan suci tersebut membuat hadirin terhanyut dalam kekhusyukan. Dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh Iban Al Amini bersama rekan-rekannya, seluruh jamaah bersatu padu melantunkan pujian kepada Nabi, menciptakan atmosfer penuh kebersamaan dan kecintaan.

Puncak acara menghadirkan tausiah (Mauidhoh Hasanah) dari KH. Asy’ari. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

“Perjuangan Nabi Muhammad bukan hanya dalam bidang agama, melainkan juga dalam menciptakan tatanan masyarakat yang adil, penuh kasih sayang, dan saling menghargai,” jelas KH. Asy’ari.

Beliau juga mengingatkan hadirin tentang dua golongan umat yang diakui Nabi Muhammad SAW, yaitu Sahabat dan Saudara. Sahabat adalah mereka yang mendampingi Nabi secara langsung, sedangkan Saudara adalah umat Islam setelah beliau wafat yang tetap meyakini kerasulannya.

“Para Sahabat pernah merasa Nabi lebih mencintai Saudara-Nya, yaitu kita semua yang belum pernah bertemu beliau secara langsung. Namun Nabi menegaskan bahwa kelak, pada hari kebangkitan, Saudara-Saudara beliau akan dikenali dari cahaya yang terpancar dari anggota tubuh mereka,” ungkap KH. Asy’ari dengan penuh keteduhan.

Pesan tersebut membuat hadirin terenyuh, karena menggambarkan betapa besar kasih sayang Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya sepanjang masa.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para siswa. Adil, salah seorang peserta, mengaku termotivasi untuk lebih meneladani sifat Nabi. “Acara Maulid ini membuat saya sadar betapa sempurnanya akhlak Rasulullah SAW. Saya merasa terinspirasi untuk lebih disiplin, sabar, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Fauzan. Doa tersebut menjadi penutup penuh syukur sekaligus harapan agar seluruh keluarga besar An Nawari senantiasa mendapat rahmat dan syafaat Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi di An Nawari tahun ini bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan juga sarana membangun kesadaran spiritual dan moral bagi generasi muda. Dengan semangat kebersamaan, acara ini berhasil menanamkan nilai bahwa meneladani Rasulullah adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

*****

Tinggalkan Balasan