Sumenep, OkaraNews.id,- Penemuan narkotika jenis sabu kembali menggemparkan masyarakat Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Seorang nelayan lokal menyerahkan satu kilogram sabu yang ditemukan terapung di laut, dan setelah diperiksa, barang haram tersebut memiliki kesamaan identik dengan 35 kilogram sabu yang lebih dahulu ditemukan oleh nelayan lainnya pada Rabu (28/5/2025).
Kapolres Sumenep melalui Kapolsek Masalembu, IPDA Asnan, membenarkan penyerahan 1 kilogram sabu tersebut.
“Iya benar, seorang nelayan mengembalikan satu kilogram sabu. Dari kemasannya, identik dengan 35 kilogram sabu yang ditemukan sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025).
Penemuan Awal: Drum Besi Terapung Berisi Puluhan Paket Sabu
Penemuan awal terjadi saat empat nelayan dari Desa Sukajeruk sedang melaut dan menemukan sebuah drum besi berwarna putih mengapung sekitar 4 mil dari bibir pantai. Curiga dengan isinya, mereka membawa drum tersebut ke darat dan melaporkannya kepada aparat. Setelah dibuka, di dalam drum ditemukan 35 paket plastik putih berisi kristal yang diduga sabu.
Barang bukti langsung diamankan oleh petugas Polsek Masalembu dan Koramil setempat, sebelum akhirnya diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.
Satu Kilogram Tambahan Ditemukan, Masih dari Lokasi Sekitar
Tiga hari berselang, seorang nelayan lainnya menemukan satu paket sabu seberat satu kilogram di lokasi yang tak jauh dari temuan pertama. Setelah diperiksa, kemasan, bentuk, dan jenis barang tersebut dipastikan identik. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa masih ada paket sabu lain yang terpisah dari drum utama akibat arus laut.
“Diduga paket-paket ini terlepas karena kondisi drum sudah rusak parah. Drum berkarat dan catnya sudah terkelupas. Ini menandakan barang ini sudah lama terapung di laut,” ujar AKBP Damar Bastian dari BNNP Jatim.
Diduga Bagian dari Jaringan Penyelundupan Internasional
Pihak kepolisian dan BNNP Jatim menduga sabu tersebut merupakan bagian dari upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar melalui jalur laut. Drum besar yang digunakan untuk menyimpan sabu diyakini merupakan metode penyamaran agar tak mudah terdeteksi patroli laut.
“Modus ini bukan hal baru. Laut kita sangat luas dan menjadi jalur favorit bagi penyelundupan narkoba lintas negara. Kami akan terus menyelidiki asal muasal barang ini,” kata Damar.
Aparat Imbau Warga Tetap Waspada
Polda Jatim dan aparat gabungan TNI-Polri mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, untuk segera melapor jika menemukan benda mencurigakan terapung di laut.
“Kesadaran dan kerja sama masyarakat sangat penting untuk mencegah peredaran narkoba. Kami apresiasi warga yang memilih menyerahkan temuannya daripada menyimpannya,” ujar Kapolsek Masalembu.
Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Hingga kini, pihak berwajib masih menyelidiki dari mana asal barang tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas upaya penyelundupan ini. Kasus ini telah ditangani oleh Direktorat Narkoba Polda Jatim bekerja sama dengan BNNP Jatim.
***




















