Opini  

Mengenang G30S/PKI: Menguatkan Kesadaran, Meneguhkan Kebangsaan

Foto Penulis Moh. Ridho Ilahi Robbi (Ketua Umum PC IMM Sumenep)

Setiap tanggal 30 September, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada sejarah kelam pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Peristiwa itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam, tetapi juga memberi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa dari ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Bagi kami di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, momentum ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali arti kesetiaan kepada bangsa dan negara. Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus mampu membaca sejarah dengan kritis, bukan sekadar mengulang narasi tanpa makna. Sejarah G30S/PKI mengajarkan bahwa pengkhianatan terhadap bangsa bisa lahir dari ambisi politik yang tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan, agama, dan moral.

Sebagai anak bangsa, kita berkewajiban menjadikan tragedi itu sebagai titik balik untuk memperkokoh persatuan. Ancaman ideologi transnasional, perpecahan sosial, hingga krisis moral generasi muda hari ini tak kalah berbahaya bila dibandingkan dengan ancaman komunisme di masa lalu. Oleh sebab itu, membangun kesadaran sejarah dan memperkuat karakter kebangsaan adalah tugas kita bersama.

IMM Sumenep menegaskan bahwa narasi G30S/PKI bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi juga memperingatkan agar bangsa ini tidak abai terhadap sejarah. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus berdiri di garda terdepan dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan keadilan, serta meneguhkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.

Sejarah telah membuktikan bahwa pengkhianatan lahir dari kelengahan. Maka, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat iman, mempertebal rasa cinta tanah air, dan menjaga Indonesia agar tetap utuh dalam bingkai persatuan.

*****

Respon (1)

Tinggalkan Balasan