SUMENEP, OkaraNews.id – Di balik panorama laut biru dan pasir putihnya, Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, kini berubah menjadi ladang subur bagi peredaran narkoba. Lebih dari sekadar fenomena sosial, pulau terpencil ini diduga telah menjadi surga bisnis haram yang tumbuh dengan restu diam-diam dari sebagian oknum aparat penegak hukum.
Dalam investigasi sosial yang dilakukan Pengguyuban Masyarakat Masalembu (PMM), terkuak betapa kuat dan sistematisnya jaringan narkoba yang menggurita di pulau itu.
Ketua PMM, Sunarto, menyebut masyarakat sudah sangat mafhum soal jalur masuk narkoba, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana jalur edarnya nyaris tak tersentuh hukum.
“Berharap Masalembu bebas narkoba itu ibarat menanti matahari di tengah malam. Peredaran narkoba di sini terlalu masif, sistematis, dan dilindungi. Barang haram itu masuk lewat laut, dikawal rapi oleh oknum-oknum yang seharusnya menjaga hukum, bukan melanggarnya,” tegas Sunarto, Minggu (13/7/2025).
Lebih jauh, Sunarto menuding kejahatan narkoba di Masalembu sengaja dibiarkan tumbuh subur demi mengisi kantong segelintir pengkhianat bangsa.
“Setiap kejahatan yang dibiarkan merajalela di sebuah desa, pasti ada penghianat negara di dalamnya. Negeri ini tak boleh tunduk pada mafia narkoba yang menghancurkan generasi demi keuntungan pribadi,” ujarnya lantang.
Yang lebih mencengangkan, transaksi narkoba di Masalembu tak lagi terselubung. Beberapa dilakukan terang-terangan, bahkan pada siang hari—di depan mata publik. Tapi, jaringan pengedarnya tetap melenggang bebas, seolah kebal hukum.
Sunarto mendesak aparat penegak hukum untuk berhenti bermain dua kaki. Tanpa ketegasan memberantas aktor-aktor besar di balik jaringan ini, Masalembu akan terus menjadi pulau terjajah oleh narkoba.
“Kami tantang aparat! Tangkap dalangnya, bongkar jaringannya, dan bersihkan Masalembu dari pengkhianat berseragam. Jangan biarkan generasi kami tumbuh di bawah bayang-bayang bisnis haram!” pungkasnya penuh amarah










