Kerapan Sapi Perdana di Desa Juruan Daya Disambut Meriah, Warga Harap Jadi Agenda Tahunan

Foto Ketua Panitia Endik Novianto dan suasana antusiasme penonton (Doc.Rodis Ginuk/Okaranews.id)

Sumenep okaranews.id – Arena lapangan Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Minggu sore lalu berubah menjadi lautan manusia. Ratusan warga dari desa sekitar, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah menyaksikan festival kerapan sapi perdana yang digelar oleh Endik Novianto bersama Tim Bintang Balap dan di ikuti 56 pasang sapi.

Sorak-sorai penonton pecah setiap kali dua pasang sapi dilepas dari garis start. Debu berterbangan, derap kaki sapi berpacu kencang, dan teriakan para joki menambah ketegangan jalannya perlombaan. Suasana semakin semarak ketika para pendukung dari masing-masing tim meneriakkan yel-yel penyemangat, membuat atmosfer terasa hidup layaknya festival rakyat sesungguhnya.

Meski baru pertama kali diselenggarakan di desa ini, acara berlangsung tertib, meriah, dan penuh kebersamaan. Para penonton pun mengaku senang dan bangga karena bisa menyaksikan langsung tradisi khas Madura yang selama ini lebih banyak digelar di pusat kota atau kecamatan lain.

Ketua panitia sekaligus penggagas acara, Endik Novianto, tampak bahagia melihat antusiasme warga. Dengan penuh syukur ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung suksesnya kegiatan.

“Ia mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya untuk  semua masyarakat dan teman-teman yang sudah hadir dan ikut memeriahkan festival kerapan sapi perdana di Desa Juruan Daya, Batuputih, Sumenep, Tanpa dukungan kalian semua, acara ini tidak akan seseru dan se khidmat ini. Salam hormat dari kami panitia, mari kita terus rawat dan lestarikan budaya Madura tercinta ujar Endik

Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan. Salah satunya dari tokoh muda, Affan Jazuli, yang menilai kerapan sapi bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kepedulian dalam merawat budaya Madura.

“Saya salut sekali kepada panitia, khususnya Endik Novianto dan Tim Bintang Balap, yang sudah berhasil menyelenggarakan kerapan sapi pertama di Desa Juruan Daya. Ini bukan cuma hiburan, tapi wujud nyata kepedulian dalam merawat tradisi Madura. Lanjutkan terus, semoga tahun depan lebih besar dan meriah lagi!”

Selain masyarakat, sejumlah pedagang kaki lima juga ikut meramaikan festival. Dari penjual sate Madura, es kelapa muda, hingga mainan anak-anak, semuanya menambah nuansa keramaian. Festival ini bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Kerapan sapi sendiri sudah lama menjadi ikon budaya Madura. Tradisi ini mengandung nilai sportivitas, kerja keras, dan kebanggaan tersendiri bagi pemilik sapi maupun masyarakat. Bagi warga Desa Juruan Daya, penyelenggaraan perdana ini menjadi tonggak penting untuk menegaskan identitas budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.

Melihat keberhasilan dan antusiasme masyarakat, banyak pihak berharap agar festival kerapan sapi di Desa Juruan Daya bisa dijadikan agenda rutin tahunan. Selain mempererat tali silaturahmi, acara ini juga diyakini dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Madura ke level yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara.

*****

Tinggalkan Balasan