Berita  

Kasus Ulat di Sayur SPPG Aeng Dake 2: Potret Keteledoran Sistemik di Balik Dapur Yayasan Al-Azhar

Foto SPPG Aeng Dake 2

SUMENEP, OkaraNews.id – Viral di media sosial, temuan ulat di sayur yang disajikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aeng Dake 2 di bawah naungan Yayasan Al-Azhar, menimbulkan gelombang kritik tajam dari publik. Peristiwa ini bukan sekadar soal lalai mencuci sayur, tetapi mencerminkan adanya persoalan serius dalam sistem pengadaan bahan pangan di lingkungan lembaga pendidikan tersebut.

Klarifikasi yang disampaikan oleh pihak kepala dapur SPPG dinilai hanya sebatas upaya meredam panasnya suasana. Pernyataan bahwa kesalahan tidak sepenuhnya berada di pihak dapur justru membuka tabir baru: ada rantai tanggung jawab yang lebih besar dan rumit di balik peristiwa ini.

Sumber internal menyebut, proses pembelanjaan bahan makanan tidak sepenuhnya dipegang oleh dapur, melainkan oleh pihak lain entah dari mitra atau bahkan pihak yayasan sendiri. Dugaan praktik belanja dengan orientasi “murah asal jadi” demi menekan biaya atau memperbesar margin keuntungan menjadi sorotan utama publik.

Kasus ulat di sayur ini, meski tampak sepele, sejatinya menjadi bukti nyata bahwa sistem pengawasan mutu bahan pangan di SPPG masih longgar. Lebih dari sekadar urusan dapur, kasus ini menyentuh aspek tanggung jawab moral dan manajerial: ketika kualitas dan kesehatan para siswa pemerima manfaat dipertaruhkan, tidak boleh ada ruang untuk kompromi demi keuntungan sesaat.

Kini, publik menanti langkah tegas dari pihak Yayasan Al-Azhar Desa Aeng Dake Kecamatan Bluto  bukan sekadar klarifikasi, tetapi evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Karena yang rusak bukan hanya citra dapur, melainkan kredibilitas Yayasan yang seharusnya menjadi teladan dalam mutu dan keteladanan.

Tinggalkan Balasan