Sumenep Okaranews.id — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep Jawa Timur menyesalkan terjadinya dugaan tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Batuan.
Peristiwa tersebut dinilai mencederai nilai kemanusiaan serta mengganggu profesionalisme pelayanan kesehatan.
Ketua IDI Cabang Sumenep, dr. Rifmi Utami, M.Kes, menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya menjadi ruang yang aman, tertib, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Menurutnya, segala bentuk tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Tenaga kesehatan bekerja untuk menyelamatkan nyawa. Dalam situasi gawat darurat, mereka dituntut bertindak cepat dan tepat di bawah tekanan tinggi. Tindakan agresif justru dapat menghambat proses pelayanan dan membahayakan semua pihak,” ujar dr. Rifmi Utami,
Ia menjelaskan, dalam kondisi kegawatdaruratan, tenaga medis bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dan prinsip profesionalisme. Karena itu, suasana yang kondusif, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghormati antara petugas kesehatan dan keluarga pasien sangat dibutuhkan agar pelayanan berjalan optimal.
Lebih lanjut, IDI Cabang Sumenep mendorong agar dugaan kekerasan tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perlindungan terhadap tenaga kesehatan merupakan amanat undang-undang. Tanpa rasa aman dalam bekerja, kualitas pelayanan kesehatan tentu akan terganggu,” tegasnya.
Selain itu, IDI mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas kesehatan sebagai ruang pelayanan publik yang aman dan berfokus pada keselamatan pasien. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyikapi situasi darurat di fasilitas kesehatan.
“Dengan saling memahami peran masing-masing, pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih baik dan profesional demi kepentingan masyarakat luas,” pungkas Kepala Puskesmas Bluto.
*****


