Sumenep Okaranews.id — Dalam rangka pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Berbasis GEDSI dan Pengelolaan Kesehatan Mental Pendidik, yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, bertempat di kampus INKADHA Sumenep.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep. Para peserta mendapatkan pembekalan intensif tentang penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam pembelajaran, serta strategi menjaga kesehatan mental guru dan siswa di lingkungan sekolah.
Salah satu pemateri, Nisrina Hikmawati, S.Si., M.M, dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) INKADHA, menyampaikan bahwa penerapan GEDSI di sekolah dasar menjadi langkah penting untuk membangun sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif.
“Pendidikan berbasis GEDSI bukan hanya tentang menerima keberagaman, tetapi juga bagaimana guru mampu mengelola keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam proses belajar mengajar. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang sesuai potensinya,” ujar Nisrina.
Sementara itu, Ibu Kholifatus Sa’diyah, M.Psi., Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi Islam INKADHA, menekankan pentingnya kesadaran guru dalam menjaga kesehatan mental, baik bagi diri sendiri maupun peserta didik.
“Guru memiliki peran ganda yang rentan terhadap stres dan kelelahan emosional. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali guru dengan kemampuan mengenali tanda-tanda stres, mengelola emosi, serta menciptakan suasana kelas yang aman dan positif bagi semua siswa,” jelasnya.
Selama pelatihan, para peserta mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, praktik perancangan pembelajaran berbasis GEDSI, serta simulasi trauma-informed teaching. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kampus INKADHA untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui penguatan kompetensi guru.
“Dari kegiatan ini diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, menerapkan pembelajaran yang inklusif, ramah perbedaan, serta mampu menjaga kesehatan mental baik bagi dirinya maupun peserta didik,” ungkap panitia dalam penutupan kegiatan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang juga resmi tergabung dalam Komunitas Guru Penggerak GEDSI (SIGHI-Sinergi Guru Hebat Inklusif) binaan dosen INKADHA.
*****
