Dinas Perikanan Sumenep Ajak Nelayan Palasa Gunakan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Foto Drs.Agustiono Sulasno MH Kadis Perikanan Kabupaten Sumenep(Doc.IstimewaOkaranews.id)

Sumenep Okaranews.id Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan sumber daya ikan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan alat penangkapan ikan ramah lingkungan yang berlangsung di Balai Desa Palasa, Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Perwakilan pemerintah desa palasa, serta ratusan nelayan Desa Palasa yang antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam sambutannya, Drs Agustiono Sulasno MH Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang telah memfasilitasi sekaligus memprakarsai kegiatan tersebut. Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat nelayan Desa Palasa yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

“Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan, pemerintah menegaskan bahwa setiap nelayan wajib menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian sumber daya ikan, melindungi ekosistem laut, serta memastikan keberlanjutan usaha penangkapan ikan bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kebijakan ini tidak dimaksudkan semata-mata sebagai larangan terhadap penggunaan alat tangkap merusak, melainkan juga sebagai upaya memberikan arah, pembinaan, serta solusi nyata bagi para nelayan. Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan diyakini mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan, membuka peluang pasar yang lebih luas, dan memberikan jaminan keberlanjutan usaha nelayan di masa depan.

Dinas Perikanan juga mengajak seluruh nelayan di Desa Palasa dan Kecamatan Talango untuk bersama-sama mendukung penerapan regulasi tersebut. Menurutnya, kesadaran kolektif dan kebersamaan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat nelayan di Desa Palasa dapat semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian laut. Mari kita bersama-sama menjaga warisan laut agar anak cucu kita kelak masih bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk lebih memahami aturan yang berlaku, serta menyadari bahwa keberlanjutan usaha penangkapan ikan sangat bergantung pada cara pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut.

*****

Tinggalkan Balasan