Dies Natalis ke-79 HMI, Koordinator MD KAHMI Sumenep Soroti Tantangan Pembangunan Daerah

Avatar of Okaranews.id
Foto Akis Jazuli Koordinator MD KAHMI Sumenep Saat Berbagi Berkah Dengan Anak Yatim Dan Dhuafa (Doc.Okaranews.id)

Sumenep Okaranews.id  Peringatan Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas peran historis dan tanggung jawab moral organisasi kader tertua di Indonesia tersebut. Koordinator Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli, S.IP., M.Hub.Int., menegaskan pentingnya keterlibatan aktif kader dan alumni HMI dalam pembangunan daerah.

Akis Jasuli menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kontribusi panjang HMI dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, hampir delapan dekade HMI telah membuktikan diri sebagai organisasi kader yang konsisten melahirkan intelektual muslim yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.

“Selamat Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam ke-79. Semoga HMI terus memberi harapan dan manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Akis.

Ia menilai, tantangan kebangsaan dan daerah ke depan kian kompleks, mulai dari persoalan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, hingga krisis kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan publik. Dalam konteks itu, HMI dan KAHMI dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang kaderisasi nilai, etika, dan keberpihakan pada rakyat.
Sebagai Koordinator MD KAHMI Kabupaten Sumenep sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sumenep, Akis menekankan bahwa Sumenep membutuhkan lebih banyak figur yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Sumenep tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan lebih banyak kader yang mau turun tangan, mendengar keluhan rakyat, dan menghadirkan solusi nyata. Kader dan alumni HMI harus berada di garda terdepan sebagai agen perubahan,” tegasnya.

Menurut Akis, kontribusi kader dan alumni HMI tidak boleh berhenti pada ruang diskusi dan wacana. Ia mendorong agar potensi besar HMI dapat diwujudkan dalam bentuk gerakan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor pendidikan, hingga keterlibatan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal dan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan.

Lebih lanjut, ia menilai sinergi antara HMI sebagai organisasi kader mahasiswa dan KAHMI sebagai wadah alumni harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diyakini mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya Kabupaten Sumenep yang memiliki karakter kepulauan dan tantangan pembangunan yang tidak sederhana.
Akis berharap Dies Natalis ke-79 HMI menjadi titik tolak konsolidasi internal, sekaligus ruang evaluasi bagi kader dan alumni untuk meneguhkan kembali komitmen keislaman dan keindonesiaan. Nilai-nilai dasar perjuangan HMI, kata dia, harus tetap menjadi landasan dalam setiap peran dan pengabdian.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa HMI lahir bukan sekadar untuk mencetak intelektual, tetapi juga pemimpin yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan