BSPS—Bantuan Sandiwara Penuh Skenario

SUMENEPOkaraNews.id, –BSPS seharusnya jadi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Tapi publik tahu, yang terjadi justru Bantuan Sandiwara Penuh Skenario. Sandiwara hukum, skenario kekuasaan, dan panggung penuh tumbal yang sudah disiapkan sejak awal.

Kini, publik bertanya:
Apakah kasus ini akan naik ke aspirator, atau selesai di Koordinator Kabupaten (Korkab) yang “pasrah disembelih” dengan jaminan hidup aman bagi keluarganya?

Korkab: Tangan yang Menyentuh, Tapi Bukan Otak

Korkab memang terlihat jadi pemain lapangan. Ia mengatur jalur distribusi, memotong dana rakyat, dan mengatur teknis proyek. Tapi mari jujur:
Siapa yang mengusulkan program? Siapa yang duduk di Komisi V DPR RI dan bawa “aspirasi” ini ke pusat? Siapa yang mengatur proyek ini jatuh ke desa tertentu dengan vendor tertentu?

Jawabannya: aspirator.

Tapi aspirator itu licin. Namanya tak pernah muncul dalam rilis Kejati. Tak pernah dipanggil sebagai saksi. Bahkan disebut pun tidak. Ia seperti jin proyek: hadir tapi tak terlihat.

Tumbal Bernama Korkab

Semua penegakan hukum ini terlihat apik, hingga kita sadar:
penyidikan ini sedang diarahkan hanya untuk memotong rantai di ujung bawah.

Korkab dijadikan tokoh antagonis utama. Lalu muncul iming-iming:

“Terima saja nasibmu, kami jaga keluargamu. Setelah ini kau pensiun dini sebagai pahlawan sunyi.”

Publik tidak bodoh. Kita tahu, deal-dealan soal ‘kesejahteraan keluarga tumbal’ bukan mitos. Itu bagian dari sistem busuk yang tidak mau membiarkan aktor intelektual ikut terseret.

Aspirator: Kebal atau Kebalikan Hukum?

Jika hukum adil, semestinya:

  • Aspirator diperiksa,
  • Jejak politik proyek ditelusuri,
  • Jaringan vendor dikuliti.

Tapi kalau ini hanya sandiwara, maka endingnya sudah kita tahu:
Korkab masuk bui. Aspirator lanjut kampanye. Dan rakyat? Kembali tidur di rumah tak layak huni, tapi dihina dengan baliho bertuliskan “Perjuangan Aspirasi”.

Catatan Redaksi:

Kami di OkaraNews.id tidak sedang menyusun fiksi. Ini realita khas daerah yang seringkali didekorasi seolah demokrasi.
Jika Kejati serius, maka jangan berhenti di Korkab. Bongkar sampai ke meja aspirasi. Karena di situlah akar busuk semua skenario ini ditulis.

BSPS ini bukan sekadar soal rumah. Ini tentang siapa yang membangun kebohongan, dan siapa yang harus merobohkannya.

Kami akan kawal. Bukan demi headline, tapi demi keadilan yang terlalu sering dikorbankan atas nama “urusan sudah beres.”

***

Tinggalkan Balasan