SUMENEP, OkaraNews.id, – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Madura. Akhmadi Yasid, anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sukses mengukir prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik kedua Program Magister Hukum Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Dalam prosesi yudisium yang digelar pada Sabtu (26/07/2025) di Graha Sumekar UNIJA, Akhmadi Yasid menjadi salah satu dari 22 mahasiswa Pascasarjana Hukum yang dikukuhkan. Sementara prosesi wisuda resmi direncanakan akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.
“Sebagai anggota DPRD, saya merasa perlu memperkuat landasan keilmuan, khususnya dalam bidang hukum. Karena tanpa pemahaman hukum yang mendalam, arah kebijakan bisa melenceng dari rasa keadilan,” ujarnya kepada awak media, usai menerima piagam penghargaan.
Akhmadi mengakui, menyelesaikan studi Magister di tengah padatnya agenda kedewanan bukanlah perkara mudah. Namun, dengan disiplin waktu, tekad yang kuat, dan dukungan keluarga serta lingkungan, ia mampu menuntaskan pendidikan dengan hasil yang sangat memuaskan.
“Ini saya persembahkan bukan hanya untuk keluarga dan masyarakat yang saya wakili, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral bahwa posisi publik harus ditopang oleh intelektualitas yang mumpuni,” imbuhnya.
Sosok politisi muda ini memang dikenal vokal menyuarakan kepentingan rakyat kecil di parlemen daerah. Kini, dengan gelar akademik Magister Hukum, kapasitasnya dalam merumuskan regulasi, melakukan fungsi pengawasan, hingga menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat diyakini semakin tajam dan terarah.
Tak hanya itu, ia juga menitipkan pesan mendalam kepada para pemangku kebijakan dan generasi muda.
“Kekuasaan tanpa ilmu hanya akan melahirkan kebisingan. Tapi ilmu yang dipandu oleh niat tulus akan menciptakan kebermanfaatan nyata bagi banyak orang,” tegasnya.
Gelar Magister Hukum yang disandang Akhmadi Yasid bukan sekadar simbol akademik, melainkan representasi dari semangat belajar sepanjang hayat dan pengabdian intelektual yang berorientasi pada keadilan sosial.


