Sumenep, Okaranews.id – Warga Desa Giring, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, dibuat kecewa dengan fasilitas air bersih yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Padahal, proyek tersebut telah lama dinyatakan selesai dibangun.
Fasilitas air bersih yang diserahkan oleh MH. Said Abdullah saat masa reses itu awalnya disambut penuh harapan oleh masyarakat. Mereka berharap proyek tersebut mampu menjawab persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar warga.
Namun realitas di lapangan berkata lain. Meski bangunan dan instalasi sudah berdiri, air yang dijanjikan belum juga mengalir ke rumah-rumah warga. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai keseriusan pengelolaan dan tindak lanjut proyek tersebut.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab belum berfungsinya fasilitas tersebut. Warga hanya bisa berspekulasi apakah ada persoalan teknis, administrasi, atau bahkan kelalaian dalam proses pengoperasiannya.
Beberapa warga mengaku telah mencoba meminta kejelasan kepada perangkat desa maupun pihak terkait. Namun jawaban yang diterima masih sebatas imbauan untuk bersabar tanpa disertai kepastian waktu kapan fasilitas air bersih itu benar-benar bisa digunakan.
Holib Rahman(HR), salah satu warga Desa Giring, mengaku heran mengapa fasilitas yang sudah selesai dibangun justru tidak segera difungsikan dan di alirkan airnya Ke warga – warga .
“Kalau memang sudah selesai, seharusnya bisa langsung dimanfaatkan. Air bersih ini kebutuhan pokok masyarakat apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri ” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas yang tak kunjung berfungsi hanya akan menimbulkan kekecewaan dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait efektivitas program bantuan tersebut.
Warga Desa Giring berharap pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Selain memberikan penjelasan yang transparan kepada publik, masyarakat juga meminta adanya langkah nyata agar fasilitas air bersih yang telah dibangun tidak sekadar menjadi bangunan tanpa manfaat.
*****









