Sumenep Okaranews.id – Musyawarah Daerah (Musyda) Ke-IX Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep resmi menetapkan Khairul Umam sebagai Ketua KNPI periode 2025–2028. Forum tertinggi organisasi kepemudaan tersebut digelar di Hotel Asmi Sumenep, Selasa (09/09/2025), dan dihadiri sejumlah tokoh penting serta perwakilan organisasi pemuda.
Musyda IX dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan. Ia menyebut, peran pemuda tidak hanya sebagai penerus bangsa, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah.
Acara tersebut diikuti oleh perwakilan KNPI Provinsi Jawa Timur serta seluruh utusan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) nasional yang berkiprah di Kabupaten Sumenep. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus mempertegas posisi Musyda sebagai ruang konsolidasi pemuda lintas organisasi.
Dalam sambutan perdananya setelah terpilih, Khairul Umam menegaskan bahwa dirinya akan mengarahkan KNPI Sumenep sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan potensi pemuda. Ia berkomitmen agar organisasi ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga benar-benar menjadi ruang yang hidup bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata.
“KNPI Sumenep akan menjadi platform untuk memanifestasikan peran pemuda di tengah masyarakat. Kami ingin menjadikannya ruang komunikasi antar-OKP sekaligus sarana untuk bertumbuh bersama,” ujar Umam.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara KNPI dan seluruh OKP yang bernaung di dalamnya. Baginya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari besar kecilnya KNPI, tetapi dari bagaimana setiap OKP bisa tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tentunya dukungan semua OKP merupakan pilar penting bagi KNPI. Bagi saya tidak masalah KNPI Sumenep kecil, yang terpenting adalah OKP yang ada harus tumbuh besar,” tegasnya.
Dalam pandangannya, spirit kepemudaan yang pernah dideklarasikan dalam Pemufakatan Pemuda Indonesia di Jakarta pada 23 Juli 1973 tetap relevan hingga kini. Deklarasi tersebut menjadi pedoman agar generasi muda konsisten mengawal pembangunan bangsa, termasuk di level daerah.
Sementara itu, Ketua KNPI Sumenep demisioner, Syaiful Harir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kepengurusan sebelumnya. Ia berharap Musyda IX ini dapat menjadi momentum penting dalam merekonstruksi peran pemuda Sumenep agar semakin progresif.
“Saya menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh rekan-rekan OKP dalam pembangunan di Kabupaten Sumenep. Semoga KNPI Sumenep ke depan tetap menjadi pencetak pemuda yang progresif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan terpilihnya Khairul Umam, diharapkan KNPI Sumenep mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru, mulai dari penguatan kapasitas kepemudaan, peningkatan literasi digital, hingga penguatan peran pemuda dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.
Musyda IX KNPI Sumenep tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga simbol optimisme baru. Harapan besar kini tertumpu pada kepengurusan baru untuk mengakselerasi peran pemuda dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mengisi ruang-ruang pembangunan di Kabupaten Sumenep.
*****
